Inilah Hukum Memakan Riba dan Jenis - Jenis Riba

materipraktis.com | Mencari rezeki hukumnya wajib tetapi ada beberapa cara yang diharamkah oleh Allah SWT dari cara memperolehnya misalnya mencuri, mencopet, merampas, riba dan lain sebagainya, Allah SWT memerintahkan untuk makan - makanan yang halal lalu apakah rizki yang diperoleh dengan cara tersebuut termasuk makanan yang halal jawabannya adalah tidak

Pada kali ini admin akan membahas tentang Riba, praktik riba sudah tidak sulit lagi dijumpai maka dari itu kita akan mempelajari pengertian riba, hukum riba, dalil riba dan jenis - jenisnya

Pengertian Riba
Riba menurut bahasa adalah tambahan atau kelebihan, sedangkan menurut syariat adalah penambahan atau kelebihan dalam tukar menukar suatu barang yang dapat memberatkan salah satu pihak, hukumnya riba adalah haram begitu jelas di sebutkan dalam Al-Qur'an surat Al-Baqarah : 275 Allah berfirman

إِنَّمَا ٱلۡبَيۡعُ مِثۡلُ ٱلرِّبَوٰاْۗ وَأَحَلَّ ٱللَّهُ ٱلۡبَيۡعَ وَحَرَّمَ ٱلرِّبَوٰاْ 
 
Artinya : sesungguhnya jual beli itu sama dengan riba, padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba. 275

pengertian riba, memakan riba, hukum islam riba, pegadaian riba, asuransi riba

Kemudian Al-Imran : 130

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَأۡكُلُواْ ٱلرِّبَوٰٓاْ أَضۡعَٰفٗا مُّضَٰعَفَةٗۖ وَٱتَّقُواْ ٱللَّهَ لَعَلَّكُمۡ تُفۡلِحُونَ 
Artinya : Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba dengan berlipat ganda dan bertakwalah kamu kepada Allah supaya kamu mendapat keberuntungan

Adapun sabda Rasulallah SAW

عَنْ جاَبِرٍ لَعَنَ رَسُوْلُ اللّهِ صَلّى اللّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اَكِلَ الِرّباَ وَمُوَكِّلَهُ وَكَاتِبَهُ وَشَا هِدَيْهِ وَقَلَ هُمَّ سَوَاء (رواه مسلم)

Artinya : Dari Jabir,"Rasulullah SAW telah melaknat (mengutuk) orang yang makan riba, orang yang menjadi wakilnya (orang yang memberi makan hasil riba), orang yang menuliskan, orang yang menyaksikan dan (selanjutnya) Nabi bersabda : mereka itu semua sama saja (H.R Muslim)

Riba terdapat empat jenis yang masing - masing berbeda, sebagian para ulama membagi menjadi beberapa jenis yaitu :
  1. Riba Fadli : tukar menukar barang sejenis dengan ukuran yang berbeda seperti contoh tukar menukar seekor kambing besar dengan yang kecil
  2. Riba Qardi : yaitu meminjamkan sesuatu dengan syarat keuntungan atau tambahan dari orang yang meminjami, seperti contoh : hutang 10.000 kemudian waktu pengembalian lebih menjadi 12.000
  3. Riba Yad : yaitu berpisah dari tempat aqad jual beli sebelum timbang terima, contoh seseorang membeli barang, setelah dibayar, menjual langsung pergi padahal barang belum diketahui jumlah dan ukurannya oleh pembeli
  4. Riba Nasiah / Nasa' : yaitu penukaran barang dengan barang lain yang pembayarannya diisyaratkan lebih dengan cara melambatkan pengembalian, contoh : seseorang meminjamkan emas 10 gram pembayarannya satu tahun mendatang menjadi 11 gram, jika tidak terbayar maka tahun berikutnya menjadi 12 gram

Bank adalah lembaga keuangan yang bertugas menyimpan, mengelola dan mengedarkan uang untuk kelancaran roda kehidupan, pada umumnya bank menarik bunga, mengenai bunga bank ini ada beberapa pendapat yakni
  1. Haram : karena memungut riba
  2. Subhat : karena belum jelas halal dan haramnya
  3. Halal : karena bunga bank cukup rasional sebagai biaya pengelolaan bank dan kelebihannya tidak besar (syariah)

Semoga kita dapat menjauhkan diri dari Riba, Wallohu A'lam Bishawab, semoga artikel ini bermanfaat, jika ada yang belum jelas mari kita diskusikan dikolom komentar.

Beberapa Adab Takziah Dalam Agama Islam

materipraktis.com | setiap manusia pasti akan mengalami musibah diantaranya ditinggal oleh orang yang dicintai untuk selama - lamanya, islam mengajarkan bagi umatnya untuk salaing tolong menolong untuk meringankan beban bagi keluarga yang ditinggal

Saat ini beberapa orang masih kurang memahami apa itu takziah, maka materipraktis.com akan mengulas adab, hukum dan hikmah takziah dalam agama islam

Pengertian Takziah
Takziah التعز ية artinya adalah menghibur, takziah menurut istilah adalah mengunjungi keluarga orang yang meninggal dunia dengan maksud agar keluarga yang mendapatkan musibah akan terhibur dan diberikan keteguhan hati serta sabar dalam menghadapi musibah yang sedang dialami, kemudian mendoakan kepada orang yang meninggal dunia suupaya diampuni dosa - dosanya dalam masa hidupnya dan diterima segala amal perbuatannya.

takziah orang meninggal, dalil tentang takziah, hukum takziah, manfaat takziah, 5 hikmah takziah, makalah takziah, tata cara takziah, hukum ta'ziyah dalam islam


Keluarga yang ditinggal pasti akan terpukul untuk itu memberi dukungan moril akan sangat dibutuhkan, memberikan semangat dan hadir dalam kehidupanya, mengingatkan untuk ikhlas seranya mendoakannya bersama

Hukum Takziah
Takziah dalam agama islam hukumnya sunat  dan merupakan pelaksanaan hak muslim yang satu terhadap muslim lauinnya, beberapa hak orang islam terhadap islam lainnya adal lima diantaranya adalah
  1. Menjawab salam
  2. Menjenguk orang sakit
  3. Mengantar jenazah
  4. Mengabulkan undangan dan
  5. Mendoakan orang yang bersin

Takziah juga memiliki adab atau sopan santun saat melakukannya seperti pakaian, sikap, dan prilaku untuk itu berikut ini adalah beberapa adab saat takziah
  1. Orang yang mendengarkan musibah (kematian hendaknya) mengucapkan  اِنَّ لِلَّه واِنَّ اِلَيْهِ راَجِعّونْ artinya : Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan kepadanya kami akan kembali
  2. Orang yang bertakziah hendaknya juga memakai pakaian yang sopan, rapi dan sebaiknya menggunakan warna gelap sebagai tanda bela sungkawa, dirumah duka jangan tertawa, jangan mengobrol dengan orang lain terlalu mencolok sehingga tidak akan mengganggu pihak keluarga
  3. Hendaknya berusaha menghibur keluarga yang terkena musibah, supaya keluarga tetap sabar dan mengingatkan bahwa semua manusia kelak akan mengalaminya hanya waktu yang membedakan, jika memungkinkan hendaknya mendekat dan mendoakan agar diampuni dosanya oleh Allah SWT
  4.  Jika memungkinkan orang yang bertakziah hendaknya dapat memberikan sumbangan untuk meringankan beban keluarga yang terkena mmusibah
  5. Mengusahakan untuk ikut shalat jenazah dan mendoakan serta ikut mengantarkan ke kubur untuk dimakamkan

Hikmah Takziah
Takziah memiliki hikmah bagi yang melakukannya, adapun hikmahnya diataranya sebagai berikut :
  1. Dengan bertakziah menciptakan hubungan silaturahmi yang lebuh erat antara orang yang bertakziah dengan keluarga yang terkena musibah
  2. Keluarga yang mendapatkan musibah akan terhibur sehingga kesedihannya akan berkurang, sehingga tetap semangat untuk menjalani kehidupan
  3. Orang yang bertakziah dapat ikut mendoakan secara langsung
  4. Mendapat pahala dari Allah SWT

Demikianlah beberapa adab takziah dalam agama islam. semoga dengan artikel ini menjadi pelajaran saat melakukan takziah dan tentunya semuanya agar mendapat ridho dan pahala Allah SWT

Inilah Penjelasan dan Hukum Menemukan Barang Temuan

materipraktis.com | Manusia adalah tempat salah dan lupa sehingga wajarlah bila manusia pernah mengalami khilaf dalam masa hidupnya, mengambil barang orang lain dengan sengaja adalah tidakan yang melanggar hukum Negara dan hukum Agama, dalam hukum Negara tindakan mengambil barang orang lain adalah tindakan pencurian dan termasuk tindakan kriminal, lalu bagaimana jika barang temuan?

materipraktis.com akan membahas tentang penjelasan dan hukum disaat menemukan barang milik orang lain yang mungkin saja lupa, jatuh atau sebab lain, sehingga jika pada suatu waktu kita menemukan barang kita akan tahu hukum dan apa yang harus dilakukan terhadap barang tersebut

Dalam bahasa arab barang temuan disebut   اللقطة  (luqathah) artinya adalah barang temuan, menurut istilah syariat adalah barang temuan yang ditemukan di suatu tempat dan tidak diketahui oleh pemiliknya secara jelas

barang temuan

Barang tersebut bisa berupa barang apapun seperti uang, smartphone, buku, dompet atau yang lainnya, untuk menghadapi situasi seperti ini jika memungkinkan kembalikan kepada petugas berwenang seperti satpam atau petugas yang berada dilokasi, namun jika terdapat alamat seperti dompet dan smartphone kamu bisa langsung mengembalikannya atau menghubungi pihak pemilik, jangan lupa jika ingin mengamankan ke satpam atau petugas pastikan ada saksi atau bukti terima barang dan pengambil/pemilik mampu menunjukkan bukti - bukti barang tersebut.

Rasulullah SAW bersabda

عن زيد بن جالد أنّ النبىّ صلى الله عليه وسلّم سئل عن لقطة الد هب اوالورق فقال اعرف عفا صها وو كاءها ثمّ عرّفها سنّة فان جاء صاحبها فأدّها اليه وإلاّ فشأنك بها (رواه البخارى ومسلمع)

Artinya : Dari zaid bin khalid sesungguhnya Nabi SAW, ditanya orang tentang keadaan emas atau perak yang didapat, beliau bersabda : hendaklah engkau ketahui tempatnya, kemudian umumkanlah (kepada masyarakat) selama satu tahun, jika datang pemiliknya maka berikanlah kepadanya dan jika tidak ada yang mengambilnya selama satu tahun maka terserah kepadamu (H.R bukhari dan muslim)

Hukum menemukan barang temuan (Luqathah)
1. Wajib (mengambil barang itu)
apabila menurut keyakinan yang menemukan barang, jika tidak diambil akan sia-sia, yang dimaksud adalah jika barang tidak diambil barang akan diambil orang lain yang mungkin saja tidak bertanggung jawab, apabila merasa mampu menjaga dan mengumumkan barang dalam waktu satu tahun
2. Sunat
apabila yang menemukan barang itu sanggup untuk memeliharanya dan sanggup mengumumkan kepada masyarakat selama kurun waktu satu tahun
3. Makruh
apabila yang menemukan barang itu tidak percaya kepada dirinya untuk melaksanakan amanah barang temuan itu dan dikawatirkan ia akan khianat terhadap barang itu

Kewajiban bagi orang yang menemukan barang
1. Wajib menyimpan dan memelihara barang temuan itu dengan baik
2. Wajib memberitahukan dan mengumumkan kepada khalayak ramai tentang penemuan barang tersebut dalam waktu satu tahun
3. Wajib menyerahkan barang temuan tersebut kepada pemiliknya apabila diminta dan dapat menunjukkan bukti - bukti kepemilikan dengan benar dan tepat

demikianlah penjelasan dan hukum menemukan barang temuan, semoga kita masih dikategorikan sebagai orang - orang yang jujur dan mampu mengemban amanah, walaupun orang tidak tahu Allah SWT Maha tahu segala sesuatu yang kamu kerjakan.

Inilah Penjelasan Kewajiban Membayar Upah atau Gaji Dalam Agama Islam

materipraktis.com | Pernahkah kamu melihat kasus tidak dibayarnya upah/gaji mungkin permasalahan ini sudah sering terjadi, tindakan seperti ini sangat merugikan pihak yang diberi kerja sebab mereka sudah melaksanakan tugas sesuai dengan ketentuan dan syarat atau setidaknya mereka sudah mengeluarkan tenaga dan keringatnya
Kasus seperti ini telah ada payung hukum yang membawahi, namun bagaimana dalam kacamata agama islam kali ini materipraktis.com akan membahas upah/gaji ditinjau dari segi agama islam

Upah dalam bahasa arab (الأجر)  artinya adalah pemberian sesuatu berupa barang atau uang kepada seseorang yang telah bekerja sebagai balas jasa atas tenaga atau jerih payah yang telah dilakukan

gaji dalam agama islam, kewajiban membayar upad


Aqad pemberian upah didalam agama islam adalah mubah (boleh), setelah seseorang mengerjakan sesuatu pekerjaan untuk kepentingan orang lain maka orang yang mendapat jasa setelah aqad hukumnya wajib memberikan upah kepada orang yang telah memberikan jasa

Rasulullah bersabda :

اعطوا الاجير اجره قبل أن يحف عرقه {رواه ابن ماجه}

Artinya :
Berikanlah upah pada karyawan / pekerja sebelum keringatnya hilang {H.R ibnu Majah}

Jika buruh / pekerja sudah menjalankan kewajibannya maka ia harus mendapat hak adapun hak pekerja pada majikan antara lain :
1. Mendapatkan upah atau gaji sesuai dengan perjanjian
2. Mempunyai kepastian waktu bekerja
3. Mendapatkan tempat kerja dan beban kerja sesuai dengan perjanjian
4. Menolak pekerjaan di luar perjanjian yang telah disepakati sebelumnya
5. Mendapatkan jaminan lain menurut perjanjian

Hak majikan pada pekerja
1. Meminta pertanggung jawaban buruh atas pekerja yang ditugaskan atau dibebankan kepadanya
2. Memindahkan / memutasikan buruh dengan mempertimbangkan kemampuan sesuai dengan perjanjian
3. Memberikan peringatan dengan wajar bila ternyata ia tidak bekerja dengan baik
4. Memberhentikan buruh / pekerja dengan hormat jika situasi menghendaki

Allah SWT berfirman dalam surat Al – Qashash : 26

إِنَّ خَيۡرَ مَنِ ٱسۡتَ‍ٔۡجَرۡتَ ٱلۡقَوِيُّ ٱلۡأَمِينُ

Artinya :
26. sesungguhnya orang yang paling baik yang kamu ambil untuk bekerja (pada kita) ialah orang yang kuat lagi dapat dipercaya"

Dari penjelasan diatas disimpulkan bahwa pemberian upah setelah aqad hukumnya wajib, jadi barang siapapun yang mempekerjakan orang maka hendaknya ia membayar upah/gaji sesuai dengan kesepakatan bahkan diriwayatkan dalam hadist gaji harus dibayarkan sebelum keringatnya hilang.

Jika ada pertanyaan mari kita diskusikan lebih lanjut di kolom komentar dibawah terimakasih.

Pengertian, Hukum, Waktu dan Tata Cara Aqiqah

materipraktis.com | Aqiqah - Merupakan suatu kebahagiaan besar ketika menyambut kelahiran sang anak, tentu para orang tua akan mempersiapkan segala sesuatu yang berkaitan dengan anak, semisal menyiapkan baju, box, selimut, bedak, susu dan lain sebagainya

Selain itu orang tua juga harus memberi nama anaknya dengan nama – nama yang dianggap baik dan disetujui kedua orang tua serta keluarga, nama yang baik memiliki tujuan dan harapan agar kelak anak menjadi anak yang diharapan

Setelah anak lahir pada hari ke tujuh dilaksanakan aqiqah, apa aqiqah itu, bagaimana tatacara melaksanakannya, dan apa saja yang perlu diperhatikan, akan kita kupas habis pada artikel ini tentang aqiqah

aqiqah setelah dewasa, dalil aqiqah, hukum akikah dalam al quran, pembagian daging aqiqah, batas waktu aqiqah, hukum aqiqah menurut, hukum aqiqah dan qurban, waktu pelaksanaan aqiqah


Pengertian Aqiqah
Selain itu sebagai umat muslim orang tua memiliki kewajiban untuk melaksanakan aqiqah, pengertian aqiqah adalah menyembelih hewan pada hari yang ketujuh kelahiran sang bayi banyaknya sesuai dengan ketentuan yaitu untuk anak laki – laki 2 ekor kambing dan anak perempuan 1 ekor kambing

Waktu Pelaksanaan Aqiqah
Waktu pelaksanaan aqiqah hendaknya dilaksanakan pada hari ketujuh kelahiran anak, jika tidak dapat boleh dilakukan beberapa hari setelahnya asalkan anak belum sampai menginjak usia balig

Berikut sabda Rosululloh SAW

اَلْغُلاَمُ مُرْتَهَنُ بِعَقِيْقَةٍ يُذْبَحُ عَنْهُ فِى اليَوْمِ السَابْعِ وَيُحْلَقُ رَأسُهُ وَيُسَمَّى {رواه أحمد والترمذى}
Artinya :
Anak yang baru lahir menjadi rungguhan sampai disembelihkan baginya aqiqah pada hari yang ketujuh dari hari lahirnyaa, dan dihari itu juga hendaklah dicukur rambut kepalanya dan diberi nama (riwayat Ahmad dan Tirmizi)

Hukum Aqiqah
Hukum melaksanakan aqiqah adalah sunat bagi orang yang wajib menanggung nafkah anak, pendapat kedua aqiqah hukumnya tidak wajib sebagai mana sabda Rasulullah SAW :

مَنْاَحَبَّ مِنْكُمْ اَنْ يُنْسَكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ عَنِ لْغُلاَمِ شَ تاَنِ مُكَا فأَتاَنِ وَعَنِ اْلجَارِيَةِ شاَةٌ (رواه أحمد وأبوداودوالنسءى)
Artinya :
Barang siapa  diantara kamu ingin beribadah tentang anaknya, maka kerjakanlah untuk anak laki – laki dua ekor kambing yang sama umurnya, dan untuk anak perempuan seekor kambing (riwayat Ahmad, Abu Dawud, dan Nasai)

Binatang yang digunakan sebagai aqiqah persyaratannya sama dengan binatang yang sah untuk digunakan sebagai kurban, macam, umum dan tidak cacat, disunahkan dimasak ebih dahulu kemudian di sedekahkan kepada fakir miskin, orang yang melaksanakan aqiqah boleh memakan sedikit dari daging aqiqah sebagaimana kurban kalau aqiqah itu sunat bukan nazar

Hal – hal yang di sunahkan sewaktu aqiqah
1. Membaca basmala
2. Membaca shalawat atas Nabi Muhammad SAW
3. Membaca Takbir
4. Disembelih sendiri
5. Membaca doa. Adapun lafadz sebagai berikut :

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمْ اَللّهُمَّ مِنْكَ وَاِلَيْكَ عَقِيْقَةُ فُلاَنٍ فَتَقَبَّلَ مِنَّى

Artinya :
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Ya Allah dari engkau dan untuk engkau aqiqah si (fulan ………. Sebut namanya) aku persembahkan maka terimalah.

6. Hendaklah daging diberikan kepada fakir miskin
7. Pada hari aqiqahnya disunatkan untuk
- Mencukur Rambut anak
- Memberi nama yang baik untuk anak
- Bersedekah seberat rambut yang dicukur itu menggantinya dengan seberat perak atau emas, andaikan bersedekah lebih banyak daripada itu, tentu lebih baik.

Kisah Sejarah Raden Kosim atau Syarifuddin (Sunan Drajat)

materipraktis.com | Raden Kosim atau Syarifuddin (Sunan Drajat) Keberadaan walisongo dalam mensyiarkan agama islam melalui banyak cobaan, selain itu setiap walisongo memiliki cara – cara sendiri untuk berdakwah, ada yang menggunakan wayang, gamelan, tembang dan lain – lain

Kisah Sejarah dan Biografi Raden Paku (Sunan Giri)

Raden Paku (Sunan Giri) Blambangan, Pertengahan abad ke-15 awal abad ke-16 , Raden Paku (Sunan Giri) adalah putra dari syekh Maulana Ishak (murid sunan ampel). Raden Paku dan dikenal dengan sebutan sunan giri adalah saudara ipar dari raden Fatah, dikarenakan istri mereka bersaudara
< >