Planet – Planet Dalam Susunan Tata Surya

Advertisements
Tata surya ialah suatu kesatuan yang membentuk susunanan dari planet-planet yaitu Sembilan planet beserta asteroid yang bergerak mengelilingi matahari sebagai pusatnya. Matahari sebagai pusat tata surya merupakan sebuah bintang yang paling dekat dengan bumi, jarak matahari dengan bumi diperkirakan 150 juta km. teori yang mendukung bahwa matahari sebagai pusat tata surya adalah teori heliosentris yang dikemukakan oleh Nicholas Copernicus pada abad ke 16. Matahari memancarkan cahayanya ke bumi dalam bentuk gelombang elektromagnetik yang terdiri dari sinar- X, sinar ultraviolet, sinar ultraungu dan lain-lain.

Planet – Planet Dalam Susunan Tata Surya
Matahari selain sebagai sumber cahaya di bumi, juga merupakan sumber energy bagi semua makhluk hidup yang ada di bumi. Cahaya dan panas matahari yang sampai ke bumi berasal dari reaksi fisi dan fusi pada inti matahari.

Jarak antara matahari dan bumi sekitar 150.000.000 km dan disebut sebagai satu satuan astronomik (1 astronomic unit).

Matahari terdiri atas gumpalan gas yang berpijar dengan massa sekitar 1,99 x 1030 kg atau 3,3 x 105 kali massa bumi, dan berusia sekitar 5000 juta tahun. Gravitasi permukaan matahari sekitar 27 kali gravitasi permukaan bumi. Jari-jari matahari sekitar 1.380.000 km. sumber cahaya dan panas matahari berasal dari reaksi fusi, yaitu penggabungan inti-inti unsur hydrogen (H) menjadi unsur helium (He).

Hasil penggambungan unsur-unsur tersebut menghasilkan panas yang sangat tinggi. Temperatur inti matahari sekitar 35 juta 0C, sedangkan temperature permukaan matahari sekitar 60000C. Panas inilah yang di radiasikan ke ruang angkasa dalam bentuk gelombang elektromagnetik.

Planet
Planet berasal dari bahasa yunani, planetai yang berarti pengembara, hal ini disebabkan kedudukan planet dengan bintang tidaklah tetap, sampai saat ini dikenal 9 planet yang mengeliingi matahari, yaitu markurius, venus, bumi, mars, yupiter, saturnus, Uranus, neptunus, pluto. Arah gerak planet adalah dari timur ke barat, selain berevolusi mengelilingi matahari, planet – planet juga berotasi pada sumbunya. Selain planet – planet tersebut pada tata surya juga terdapat pula benda angkasa ang mengelilingi planet dan bersama – sama dengan planet mengelilingi matahari, dengan demikian tata surya kita merupakan suatu sistem rotasi yang berpusat pada matahari.

Adapun karakteristik dari planet – planet dalam susunan tata surya adalah sebagai berikut :

1. Merkurius

Merkurius adalah planet yang paling dekat dengan matahari, pada bulan april 1974, pesawat mariner 10 berhasil mendekati markurius hingga jarak 750 km dari permukaannya. Misi mariner 10 berhasil mengambil 1.800 gambar permukaan merkurius dari jarak tersebut. Ternyata, permukaan merkurius serupa dengan permukaan bulan dan dipenuhi kawah tidak beratmosfir. Temperature permukaan merkurius pada siang hari sekitar 427 derajat celcius dan pada malam hari sekitar - 180 derajat celcius

2. Venus

Venus telah dikenal manusia sejak jaman purba, dan diberi nama bintang timur. Pada tahun 1962, amerika mengirim pesawat ruang angkasa mariner 2 dan mengirim pesawat mariner 10 pada tahun 1974. Pada misi tahun 1966, rusia mengirimkan pesawat venera 2. Misi pendaratan dilakukan venera 3 pada tahun 1966. Pada tahun 1982, venera 13 berhasil mendarat di venus.
Keunikan dari planet venus adalah rotasinya dari timur ke barat (berlawanan arah dengan planet – planet lain) dan kecepatan rotasinya berbeda dengan kecepatan rotasi atmosfernya. Oleh karena itu atmosfer venus selalu tertutup awan tebal, planet ini sukar diamati. Di planet venus terjadi efek rumah kaca. Hal ini disebabkan banyaknya jumlah karbondioksida yang terdapat dalam atmosfer venus, sehingga menyebabkan cahaya matahari dapat menembus tetapi panasnya tidak dapat keluar. Suhu permukaan venus dapat mencapai 465 derajat celcius. Venus tidak mungkin terdapat kehidupan karena dipermukaannya tidak terdapat air.

3. Bumi
Bumi merupakan satu –satunya planet pada tata surya yang dapat dihuni oleh mahluk hidup. Berbeda dengan venus yang teralu dekat dengan matahari, sehingga tidak terdapat air. Bumi terletak pada jarak yang tepat. Dipermukaan bumi ada air yang memungkinkan terjadinya kehidupan. Lebih dari dua pertiga permukaan bumi ditutupi air. Temperatur permukaan bumi di daerah beriklim sedang sekitar 25 derajat celcius. Planet bumi hanya memiliki satu buah satelit yaitu bulan.

4. Mars
Pada awalnya orang menduga bahwa planet mars terdapat kehidupan. Akan tetapi setelah misi ruang angkasa beroperasi, hal tersebut ternyata tidak benar. Misi ruang angkasa yang dilakukan antara lain, misi mariner 4,6,7 (Amerika). Misi 1 dan 2 (Amerika) pada tahun 1976 bertugas mendarat di planet mars untuk melakukan penelitian di permukaan masr. Ternyata permukaan mars ditutupi oleh lapisan debu tebal. Merahnya planet ini disebabkan oeh besi oksida atau karat sehingga planet mars disebut juga planet merah. Planet mars beratmosfer tipis dan pada malam hari memiliki cuaca yang sangat cerah. Planet mars memiliki dua satelit yaitu phobos dan delmos.

5. Yupiter
Planet yupiter merupakan planet terbesar dalam susunan tata surya kita. Diameternya 11.2 kali diameter bumi dan berotasi sangat cepat yaitu 9,8 jam sehingga yupiter memiliki kala rotasi terpendek dalam tata surya. Dari hasil pengamatan para ilmuan, atmosfer yupiter seolah –olah tidak berotasi. Susunan kimia planet ini menyerupai susunan kimia bintang – bintang, yaitu sebagian besar tersusun dari unsur – unsur ringan (85% hydrogen, 15% helium, sedikit CH4 dan NH3). Lapisan luar planet yupiter terdiri atas materi padat yang tidak terlalu banyak. Planet yupiter memiliki gelang, tetapi gelang yang dimiliki yupiter sangat tipis.

Galileo gailei dengan teleskopnya yang sederhana menemukan 4 satelit pada planet yupiter yaitu lo (merupakan satelit yang sangat vulcanik), Europa, Ganymene (terbesar) dan Calisto. Secara keseluruhan yupiter memiliki 19 buah satelit.

6. Saturnus

Planet ini dikelilingi oleh gelang dan cincin yang indah sehingga planet saturnus merupakan obyek penelitian angkasa yang sangat menarik. Cincin saturnus terdiri dari atas berbagai ukuran potongan es. Cincin – cincin ini tebalnya hanya 30 meter. Lebar keseluruhan cincin lebih dari 270.000 km. saturnus memiliki 18 buah satelit, dengan satelit yang terbesar bernama titan.
Para ilmuan berpendapat bahwa munculnya cincin – cincin disekitar saturnus bersamaan dengan ternbentuknya planet ini sekitar empat milyar tahun yang lalu. Ketika saturnus mulai tebentuk dari awan gas dan debu yang berputar, beberapa bagian partikel debu tidak tertarik ke dalam massa planet ini sehingga membentuk cincin di sekitarnya.

7. Uranus

Planet Uranus berputar miring. Menurut para ahli, keadaan yang aneh ini terjadi karena benda langit lain pernah menabrak planet Uranus. Sisa – sisa tabrakan yang sangat keras ini juga telah membentuk bulan dan cincin – cincin di sekitar Uranus. Misi voyager 2 telah mendekati planet Uranus, tidak memiliki bukti apapun yang dapat mendukung tentang keadaan planet ini.
Planet ini memiliki sederat cincin redup dan 15 buah satelit, dengan satelitnya yang terbesar bernama ariel. Cincin Uranus tipis dan gelap. Letak sumbu rotasi planet Uranus, sebidang dengan bidang revolusinya. Seperti halnya venus, Uranus pun berotasi dari timur ke barat

8. Neptunus
Planet neptunus ditemukan oleh observatorium berlin, planet ini merupakan kembaran dari planet Uranus. Neptunus memiliki jari – jari sekitar 3.81 kali jari – jari bumi. Letk neptunus 6 juta km dari matahari. Neptunus mempunyai atmosfer indah berwarna biru laut terdiri atas hydrogen dan sedikit helium serta metana.
Misi voyager 2 terbang melewati neptunus pada tanggal 24 agustus 1989. Data yang dkirim oleh voyager 2 menunujkkan bahwa neptunus adalah planet yang paling banyak anginnya di tata surya ini, dengan badai yang sangat dahsyat. Misi antariksa ini juga mendeteksi adanya awan metana dan empat cincin tipis disekitar neptunus. Satelit triton merupakan satelit terbesar dari 8 satelit lainnya yang dimiliki neptunus. Neptunus mempunyai permukaan paling dingin dalam susunan tata surya, suhunya mencapau – 234 derajat celcius.  

9. Pluto

Planet pluto ditemukan pada tahun 1930 melalui penelitian di observatorium Lowell oleh seorang astronom amerika, clyde tombaush. Pada siang hari, suhu permukaan pluto tidak lebih dari – 2130 derajat celcius dan permukaannya selalu diselimuti oleh metana beku. Planet pluto tampak dari bumi memiliki benjolan yang tempatnya berubah – ubah. Para astronom menyimpulkan bahwa benjolan itu adalah satelit yang diberi nama Charon.

Klasifikasi Planet
Secara umum planet – planet yang terdapat dalam tata surya ini dapat diklasifikasikan sebagai berikut :

1. Planet inferior dan planet superior
Dalam klasifikasi ini, yang bertindak sebagai pembatas adalah bumi, planet inferior contohnya adalah merkurius dan venus, sedangkan yang termasuk planet superior adalah mars, yupiter, saturnus, Uranus, neptunus dan pluto.

2. Planet dalam dan planet luar
Dalam klasifikasi ini, yang bertindak sebagai pembatas adalah asteroid. Asteroid (planetoid) adalah planet – planet kecil yang sangat banyak dan beredar pada orbitnya diantara orbit mars dan orbit yupiter. Dengan demikian, yang termasuk planet dalam (inner planets) adalah planet – planet disebelah dalam lintasan asteroid, yaitu merkurius, venus, bumi dan mars. Adapun yang termasuk planet luar (outer planets) adalah planet – planet disebelah luar lintasan asteroid, yaitu yupiter, saturnus, Uranus, neptunus dan pluto.
Advertisements

0 Response to "Planet – Planet Dalam Susunan Tata Surya"

Post a Comment

=> Silahkan berkomentar sesuai topik artikel
=> Komentar dengan link tidak akan dipublish