Pengertian Aqidah Dan Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah

Pengertian Aqidah Islam

Aqidah Islam merupakan penyatuan dari 2 kata, yaitu aqidah dan Islam kata aqidah yang kini sudah menjadi bagian dari kosakata bahasa Indonesia, berasal dari bahasa Arab yang bermakna "yang dipercayai oleh hati", dan seakar dengan kata "Al aqdu"yang berarti penyatuan dari semua ujung benda titik digunakan kata aqidah untuk mengungkapkan makna keyakinan atau kepercayaan tersebut karena kepercayaan merupakan dasar dan pangkal dari segala perbuatan mukallaf. Sehingga dalam melaksanakan kegiatan kehidupan sehari-hari terdapat pijakan yang sesuai dan tepat

Islam berasal dari kata aslama yuslimu islaman, yang berarti "selamat sejahtera". yang berarti didalamnya terdapat aturan yang didalamnya berisi konsep untuk mencapai keselamatan dan kesejahteraan dalam hidup, baik di dunia maupun di akhirat. secara konkrit Islam itu sendiri berdasarkan hadis nabi berkaitan langsung dengan rukun Islam yang lima, yang merupakan wujud dari keyakinan atau kepercayaan yang diyakini umat Islam.

Pengertian Aqidah Dan Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah

Sejalan dengan itu, Muhammad syaltut mendefinisikan bahwa Islam adalah suatu sistem kepercayaan dalam Islam, yakni sesuatu yang harus diyakini sebelum apa-apa, dan sebelum melakukan apa-apa, tanpa ada keraguan sedikitpun, dan tanpa ada unsur yang mengganggu kebersihan keyakinan.

Yang disebut dengan sesuatu yang harus diyakini sebelum apa-apa adalah bahwa keyakinan akan keberadaan Allah dengan segala fungsinya untuk kehidupan manusia, serta keberadaan aturan-aturan yang dibuat nya, dan yakin akan adanya para malaikat beserta unsur-unsur lain yang terkumpul dalam rukun iman, harus sudah tertanam saat pertama seseorang berikrar menyatakan keislamannya, atau sudah mulai ditanamkan sejak dini, yakni sejak dapat mengenal sesuatu dan dapat membedakan sesuatu dari sesuatu, bagi orang yang menjadi muslim karena kelahirannya.

Sedang yang dimaksud dengan sesuatu yang harus diyakini sebelum melakukan apa-apa adalah bahwa keyakinan tersebut merupakan dasar pijakan serta tujuan dari segala perbuatannya, serta menjadi landasan motivasi dan kekuatan kontrol terhadap semua gerak langkah dalam melakukan perbuatan tersebut.

Disamping itu, sesuai dengan proses dan konsep kejadian manusia, yang secara umum terbagi tiga, yaitu perang dunia, dunia, dan pasca dunia, maka ada bagian-bagian yang tidak dapat dijangkau oleh panca indra serta imajinasi manusia. Informasi-informasi tentang proses dan kemungkinan keadaan kehidupan di luar dunia tersebut hanya mungkin diterima dengan sikap percaya, dan keyakinan hati bahwa semua informasi tersebut adalah benar.

Seseorang Mukmin harus mempercayai alam ghaib yang kasat mata. Sebagai contoh manusia tidak dapat melihat bakteri tanpa alat mikroskop apalagi melihat atom yang paling kecil yang tidak dapat dideteksi oleh alat teknologi canggih titik namun hal itu memang benar-benar ada titik demikian pula dengan masalah akidah ini terutama yang berkaitan dengan iman kepada malaikat, alam ghaib (Surga sama neraka dan sebagainya) yang kesemuanya itu harus diyakini tanpa harus dibuktikan melalui rekayasa teknologi.

Dengan demikian, objek yakinan hati atau keimanan tersebut pada umumnya adalah sesuatu yang ghaib, yakni sesuatu yang ada umum keberadaannya tidak dapat dijangkau dan diidentifikasi oleh panca indra dan imajinasi manusia, kecuali unsur-unsur yang nampak seperti Rasul dan Kitab suci yang di bawahnya, yang penekanan kepercayaan bukan pada aspek ada atau tidaknya, tapi pada segi sikap untuk menerima segala fungsi dan peranannya untuk kehidupan manusia.

Oleh karena itu, semua informasi tentang Ajaran Aqidah Islam, baik tentang wujud Allah beserta segala atributnya, tentang kerasulan, para malaikat beserta fungsi-fungsinya, kitab suci, kehidupan akhirat berupa surga dan neraka berikut prosedur hisabnya, dan tentang qada dan qadar, disampaikan lewat Wahyu, Karena tanpa informasi serta penegasan dari Allah SWT, umat manusia tidak akan mengetahui apa-apa tentang ajarannya itu serta tidak akan menerimanya dengan suatu keyakinan dan kebenaran semua itu.

Sumber-sumber ajaran Aqidah Islam

sumber ajaran aqidah Islam itu ada dua yaitu Alquran dan alsunnah. Dan sebagai ulama ada yang menambahkan ijtihad sebagai sumber ajaran ketiga.
a. Alquran, al-quran merupakan kalam Allah yang diturunkan dalam bahasa Arab, kepada Nabi Muhammad sebagai Rasul Nya, melalui utusan Ruh Al Amin atau Malaikat Jibril agar menjadi hujjah bagi kerasulannya serta pedoman hidup bagi umat manusia, dan membacanya bernilai ibadah
sebagai sumber ajaran aqidah, al-quran mengungkapkan berbagai informasi tentang kehidupan Ghaib yang tidak mungkin diketahui oleh manusia tanpa informasi-informasi dari nya. Kitab suci ini mengungkapkan tentang wujud Allah serta hubungannya dengan manusia sebagai ciptaan Nya serta Alam Raya sebagai karunia-nya untuk kehidupan mereka. kemudian Alquran juga mengungkapkan tentang para malaikat dan berbagai fungsinya, kehidupan akhirat berupa surga dan neraka dan proses hisap sebagai langkah perhitungan amal untuk menentukan posisi kehidupan akhirat umat manusia, Apakah menjadi penghuni surga atau neraka.

b. al-sunnah, al-sunnah merupakan segala sesuatu yang bersumber dari Rasulullah, baik merupakan perkataan perbuatan maupun ketetapannya. Dikatakan Al Sunnah yang berarti dalam hidup, karena semua perkataan perbuatan dan ketetapan nya itu merupakan suatu kebenaran mutlak yang harus dijadikan pedoman hidup oleh umat Islam penerus beliau fungsi fungsi Al Sunnah terhadap Alquran adalah pertama sebagai penjelasan terhadap pernyataan-pernyataan ayat Alquran yang berbentuk mujmal, dan kedua Sebagai penegas terhadap pernyataan-pernyataan Alquran yang perlu memperoleh penegasan khususnya untuk ayat yang mengemukakan norma-norma ajaran yang sangat penting sekali dalam keislaman seseorang seperti ayat-ayat yang mengemukakan berbagai perintah yang kemudian direkonstruksi oleh Rasulullah sehingga menjadi rukun Islam dan rukun iman dan fungsi ketiga adalah menetapkan sesuatu yang belum ditetapkan oleh Allah dalam al-quran as-sunnah sebagai sumber ajaran kedua setelah Alquran dengan fungsi-fungsi di atas mempunyai dasar Nash Alquran sebagaimana diungkapkan Allah dalam surat al-hasyr ayat ketujuh

c. Ijtihad, ijtihad merupakan usaha sungguh-sungguh dalam berpikir masalah hukum yang tidak tercantum dasar utama yaitu Alquran dan alhadist hal ini merupakan ketetapan Nabi waktu peristiwa pengiriman Muadz Bin Jabal sebagai gubernur di Yaman Rasulullah bertanya dengan apa kamu memutuskan sesuatu perkara Muadz menjawab dengan Alquran jika kamu tidak menjumpai didalamnya, Muadz menjawab dengan hadis atau sunnah Rasul, jika tidak kamu jumpai dalam keduanya Alquran dan alhadist, muadzin menjawab Aku akan berijtihad semampuku titik kemudian Rasulullah membenarkan dan melanjutkan pengiriman Muadz ke Yaman
di antara bagian ijtihad adalah.
1. Ijma'
2. Kias
ijma adalah kesepakatan para ulama Pada suatu masa tertentu tentang suatu masalah setelah rasulullah wafat. Sedangkan qiyas adalah menyamakan hukum atas suatu masalah tertentu karena adanya persamaan illat/sebab

Ruang lingkup Aqidah Islam

dalam pembahasan ini, aqidah sangat erat hubungannya dengan Islam. masalah aqidah sendiri berkaitan dengan rukun Islam dan rukun iman titik Dalam hal ini meliputi enam rukun iman yaitu:
a. Iman kepada Allah
b. Iman kepada malaikat Allah
c. Iman kepada kitab Allah
d. Iman kepada rasul Allah
e. Iman kepada hari akhir hari /kiamat
f. Iman kepada Qada dan Qadar

Bagaimana sesungguhnya hakikat keimanan itu? Rasulullah pernah memberikan keterangan tentang iman itu di depan para tatkala seorang laki-laki yang kemudian ternyata Malaikat Jibril yang datang menyamar sebagai manusia, beliau menanyakan "apakah iman itu?" Rasulullah menjawab: Iman ialah Engkau percaya membenarkan dan mengakui kepada Allah, malaikat Allah, dan engkau menjumpainya, dengan rasul-rasul-nya, dan percaya kepada Hari Berbangkit "HR Bukhari Muslim" kemudian laki-laki tersebut bertanya tentang hakikat dan pengertian Islam, Rasul menjawab: Islam ialah engkau menyembah Allah, tidak menyekutukan-nya, mengerjakan salat, membayar zakat, puasa, dan melaksanakan Haji ketika mampu

Berdasarkan hadits tersebut jelas bahwa kepercayaannya sangat erat hubungannya dengan Islam titik dengan dasar tersebut memberi penguat kepada kita akan adanya Aqidah Islam hanya Allah Tuhan satu-satunya, sebagaimana yang tertuang dalam syahadat dan QS Al Ikhlas 1-5 yang menerangkan bahwa Allah segala tumpuan hidup

Kesimpulan
Aqidah Islam merupakan penyatuan dari dua kata, yaitu aqidah dan Islam Mahmud syaltut mendefinisikan bahwa akidah Islam adalah suatu sistem kepercayaan dalam Islam, yakni sesuatu yang harus diyakini sebelum apa-apa, dan sebelum melakukan apa-apa, tanpa ada keraguan sedikitpun, dan tanpa ada unsur-unsur yang dapat mengganggu kebersihan Keyakinan itu.

Semua informasi tentang Ajaran Aqidah Islam baik mengenai wujud Allah beserta segala atributnya mengenai kerasulan, malaikat, kitab suci, kehidupan akhirat berupa surga dan neraka berikut prosedur hisabnya, dan tentang qada dan qadar. Disampaikan lewat Wahyu, Karena tanpa informasi serta penegasan dari Allah SWT, umat manusia tidak akan mengetahui apa-apa tentang ajaran-ajarannya itu, serta tidak akan menerimanya dengan kepercayaan akan kebenarannya.

Sementara itu, sebagaimana Ajaran ajaran dalam aspek-aspek keagamaan lainnya dalam doktrin aqidah juga terdapat berbagai interpretasi-interpretasi tersebut, para ulama sendiri dikategorikan sebagai pemikiran dan bukan ajaran. Karena posisinya sebagai pemikiran itulah, maka rumusan-rumusan normatifnya tidak mengikat, boleh diikuti dan boleh juga tidak. pemikiran-pemikiran hasil interpretasi para ulama dalam bidang aqidah ini kemudian biasa disebut dengan ilmu kalam, dan Adakalanya juga disebut dengan teologi Islam.
Advertisements

Artikel Terkait Pengertian Aqidah Dan Ruang Lingkup Pembahasan Aqidah :

=> Silahkan berkomentar sesuai topik artikel
=> Komentar dengan link tidak akan dipublish

< >